Ia mengeluh lirih dan merangkulku sambil mulutnya bergeser mencari bibirku. Bokeb Hari Minggu ini Lia mengaku sakit kepada tante kos dan minta, “Si Wied ngerawat saya, ya tante”. Aku sendiri langsung meneroboskan muka ke arah memeknya. Seperti lazimnya pengusaha di kota kecil, ayahnya keturunan Cina. Penisku sendiri tetap tegang di dalam memeknya.Lima menit kemudian nafsunya bangkit lagi. Dan terjadi perkosaan lagi, yang ternyata disenanginya.Dalam perjalanan pulang aku berpikir bahwa hubungan kami sudah berubah. Ia seakan sudah tidak berdaya. Sering aku dan Erik (kalau sudah pulang kuliah), menunggui berdua lalu pulang bertiga. Lia seakan kesetanan, ia langsung melepas kaos yang dipakainya. Rok bawahnya masih terikat, tetapi pantatnya sudah membuat gerak memutar-mutar sedikit.Lalu kutelusuri lehernya. Ia ingin aku tetap di atas tubuhnya, dengan penisku masih di dalam memeknya. Aku merasa penisku kegelian, geli-geli nikmat sampai seakan-akan badanku meronta-ronta di atas badan Lia. Hanya, selama itu aku hanya berani membayangkan, karena aku menghormatinya sebagai rekan akrab. Tanganku memisahkan rambut-rambut di situ dan kulihat clitorisnya sudah




















