Begadang?”
“Nggak deh. Sampai ketemu.” Pamitku. Bokep “Memang akan terus di sini? Aku menjawabnya dengan senang hati. “Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis saya”
Aku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata “Iya Mikha, saya juga, saya nggak bakal lupa”. Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Aku lihat ke arah batang kemaluanku dan kemaluan Mikha, tampak olehku batang kemaluanku baru setengah terbenam kedalam kemaluannya. Ancol! “Iya”. “Wawancarai kita dong”, Salah seorang temannya nyeletuk. Kantornya “x” (nama koranku), khan. Tapi tadi katanya ngantuk?”
“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. Boleh saya menumpang?” Mikha berteriak kepadaku. Paling lincah, paling menarik. Menatapnya. Pulang lho! Atau sebuah ketololan. Akhirnya aku desakkan batang kemaluanku dengan cepat dan tiba-tiba agar Mikha tidak sempat merasakan sakit
Dan ternyata usahaku berhasil, kulihat wajah Mikha seperti orang yang sedang merasakan kenikmatan yang luar biasa, matanya setengah terpejam, dan sebentar-sebentar kulihat mulutnya




















