Kujalari menuju ke telinga. Aku juga semakin dilanda gairah sehingga tanpa sadar tanganku mulai meremas-remas burungku sendiri. Bokeb Celanaku masih padat mnggembung tak terkira. Yaahh.. Kesadaran diriku juga lenyap entah kemana bahwa yang di depan mataku adalah isteriku dengan pria yang pasti bukan diriku. Menegak-negak kepalanya. Lalu aku menuju dapur mengendap-endap siapa tahu isteriku di sana dan sekalian mau mengambil air putih. Aku yang berusia 38, isteriku 31, pembantu laki-laki 52, dan pembantu wanita 44. Sebentar kemudian kaki isteriku diangkatnya ke kedua bahunya yang bidang dan kekar itu (meskipun sudah tua tapi tubuh pembantuku masih gagah akibat pekerjaannya yang secara fisik membutuhkan kekuatan). Rekorku pernah sampai 3 bulan baru pulang. Karmin pembantu priaku yang tua itu. “Ehh.. Yaa.. Paakkhh..” Kupikir bakalan selesai eh ternyata isteriku sekarang disuruh berdiri, Mr.




















