Aku udah nggak bisa balik jadi yang dulu. Bokep Family Bukan teleponku. Setelah aku selesai memotret, Belinda berdiri menunggu.“Apa udah semua?” kutanya. Kami janji bertemu di studio milik Jordy satu siang. Beberapa menit kemudian Belinda kembali, sesenggukan dan matanya basah.“Maaf, Om…*hiks*” ujarnya di sela isak tangis.“Nggak apa-apa, Bel… Kabar kurang enak kah…?”“Parah Om…” kata Belinda dengan nada pilu. Nggak lucu kan kalau keluar di dalam, terus tahu-tahu dia hamil. Tapi si orang Jepang itu rupanya ketagihan. Beberapa menit kemudian Belinda kembali, sesenggukan dan matanya basah.“Maaf, Om…*hiks*” ujarnya di sela isak tangis.“Nggak apa-apa, Bel… Kabar kurang enak kah…?”“Parah Om…” kata Belinda dengan nada pilu. Lagipula ciuman Belinda sungguh nikmat… sampai-sampai aku merangkul pinggangnya erat-erat, enggan melepas dia ketika dia melepas bibirnya dari bibirku.Belinda tersenyum sesudah ciuman itu. Aku duduk di sebelah kiri Belinda, jadi kulingkarkan lenganku ke belakang punggungnya dan tanganku menjamah payudaranya. Refleksnya laki-laki ya pasti akan berusaha menghibur.




















