aduhh.. mau keluar.., teruss.. Bokeb aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlaqanku itu.Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. Lalu mulai kuusap-usap tangannya, lalu ia menoleh padaku, kutatap matanya dalam-dalam, sambil berkata dengan pelan, “Ayu, aku cinta kamu.”Ia tidak menjawab, tapi memejamkan matanya. Tapi lama-lama kupikir, tidak apalah, yang penting aku dapat enaknya juga. nikmat sekali..!”Agak lama juga aku bermain di klitorisnya sampai-sampai terlihat banjir di sekitar vaginanya.“Ton, masukkin aja titit kamu ke lobang aku, aku udah enggak tahan lagi..!”Dengan segera kuposisikan diriku untuk menembus kemaluannya, tapi ketika kutekan ujung penisku, ternyata tidak mau masuk. Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini.“Duduk sini Ton, jangan bengong aja, khan udah aku bilang anggap aja rumah sendiri..!” kata Ayu sambil menepuk sofa menyuruhku duduk.Kemudian aku pun duduk dan nonton di sampingnya, agak lama kami terdiam menyaksikan film panas itu, sampai akhirnya aku pun buka mulut, “Eh Yu, tadi di




















