Kukulumbibir dia, kuhisap agak brutal juga sih, nah habis teriakannya jugabahaya sekali kalau tidak diredam. Bokepindo Kujilativaginanya habis-habisan, ku-explore dengan menghisap klitotisnya.“Yaaann.. Bau kewanitaannya semakin kuat tercium. vaginaku buat kamu.. Irene juga minta maap yah sama kamu..”
“Trus kok tampar aku?”
“Kan tadi minta aku supaya senyum? aduuhh!!”
Salah sendiri, siapa suruh di bawah kayagitu. pengendeh liat kamu senyum. Tangannya meraih penisku dan disiapkannya untuk penetrasi di kewanitaannya.Kuraihtubuh Irene dalam gendonganku, kusandarkan dia di white board. kenceng banget walalahhmulai kemaren ga pipis apa? “Iya kali. vaginaku buat kamu.. Aagghh..!” desahnya. “Adududuuhhh… sakit tahu..! Makinlama makin kupercepat gerakanku, membuat gerakan Irene semakin liarmenghajar meja dosen kucel itu. Aku rada cuekin dia sih.., habistadi disemprot suara geledeknya.Jam 13.30 aku pergi darikampus, harus check sound di ‘C’, salah satu cafe yang terletak dipinggir rawa-rawa, atau apalah (tahu nggak yang ada di kota ‘S’ cafeapaan tuh..?). Hihihi, aku ama Chie udah janjian kerjain kamu,kita bedua dari dulu udah punya commit sayaaang..




















