Tapi aku hanya diam saja dan menikmati keadaaan ini. Kuputuskan harus mencari tempat istirahat. Bokepindo Wah, sampai Jakarta jam berapa nih, pikirku. Alinee pun seolah tidak mau aku tinggalkan, dia memelukku erat-erat. Mataku pun sudah tidak bersahabat, seperti ditimpah 10kg. Kami pun berciuman dengan lembut di bibir.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Penat yang dari tadi pagi kurasakan seolah perlahan-lahan mulai sirna.Selesai dengan punggung, dia lanjutkan dengan kakiku. Kucium keningnya, bibirnya, lehernya, dan kulumat habis kedua putingnya.“Sayang sekarang gantiian ya, Aline yang diatas.” dia meminta.Rupanya dia sudah mulai terangsang lagi oleh cumbuanku.Kami pun segera bertukar posisi, kali ini dia berada di atasku. Secara perlahan batangku sudah masuk di dalamnya. Namun saat aku menatap wajah manis nan sensual serta melirik sedikit ke bawah lehernya di mana tergantung dua buah gundukan padat serta berisi itu, akal sehatku terkalahkan. Kusodorkan jari-jemariku yang masih basah ke mulutnya. Wah, sampai Jakarta jam berapa nih, pikirku.




















