Cecep atau biasa aku panggil Mang Cecep adalah pendengar yang baik, dia mau dengan setia mendengarkan curhatku berlama-lama ditelepon.“Saya sudah lama menikah dengan pengusaha terkenal di Indonesia itu Mang Cecep, tapi kehidupan kami HAMBAR walaupun kami sudah dikaruniai dua anak laki-laki yang sehat”, begitulah awal curhat teleponku dengan Mang Cecep.Loh kok kenapa bisa hambar begitu,“ kata Cecep berusaha mencari akar masalahnya dari suaranya melalui telepon. Masih menikmati permainanku dalam kamar mandi, sayup-sayup aku mendengar suara ketukan dipintu kamarku.Cepat-cepat aku selesaikan mandiku dan bergegas menuju kamar, memakai kaos merah, cd merah dan celana pendek diatas dengkul warna merah. Bokeb Perlahan Mang Cecep membuka kaosku dan mengangkat kedua tanganku untuk meloloskannya. Semakin lama semakin akrab, baik dalam permainan poker atau chatting dan semakin jauh saling bertelepon mesra saling mengungkapkan kehidupan pribadi masing-masing.




















