Sementara kontolku yang tegang mengganjal di bibir vaginanya yang licin dan hangat“Enak sayang?” kutaku dengan senyum.“Iyahh.. Ia mulai kehilangan kendali dan tubuhnya bergetar-getar merasakan orgasmenya yang ke-dua.“Maltinnnn….. Bokep Japan Maltinnn.. Tapi aku tidak menghentikan permainanku, klitoris dan g-spotnya terus aku rangsang sampai akhirnya setelah hampir semenit berlalu tubuh Fang Yin yang menggelinjang mulai terkulai lemas kehabisan tenaga. Kedua tangan Fang Yin mencengkram kasur dan dia berusaha menegakkan kepalanya melihat keluar masuknya kontolku di vaginanya.Wajahnya seperti mau menangis padahal karena merasakan nikmat yang belum pernah dia dapatkan. Suara batang zakarku menelusuri liang vaginanya yang becek.“Aukh.. Sentuhanmu begitu indah dan nakal,” katanya dengan senyum juga.“Masih ada yang lebih indah kataku.“Ya, aku mau lebih lagi, aku mau lebih, katanya.“Berapa yang kamu mau? ” senyumnya melihatku“Ah ga papa bu ….” merah mukaku menahan malu.Setelah ditandatangani semua berkas-berkasnya, bu Fang Yin tersenyum padaku.“Saya bayar 50% dimuka nanti akan saya transfer ya bang Maltin.”Oh iya bu, siap nanti akan saya buat kwitansinya bu.” jawabku.“Oh ya saya mandi dulu ya




















