Begitu aku merebahkan diri, meletakkan kepala di bantal, Bu Etik langsung miring ke arahku dan memeluk aku !! Bokepindo Semua bangun pagi dengan selamat tak kurang suatu apa. Aku belum berani bereaksi, masih ragu-ragu dan juga kawatir kalau menyinggung perasaan beliau, jika kuhentikan. Lelah menyanyi berbicang-bincang membicarakan masalah pribadi, bahkan mencurahkan rahasia terdalam. Kadang sampai larut malam kita tidak tidur, berkumpul di kamar depan, karena hanya ada dua kamar di posko itu.Aku pegang gitar, mengiringi teman-teman menyanyi lagu-lagu nostalgia. Akal sehatku bermaksud menyingkirkan tangan nakal itu, tapi bisikan setan lebih kuat, maka kubiarkan tongkat wasiatku membesar dan memanjang. Mandi di sendang terbuka tanpa dinding. Semua sibuk finishing program masing-masing. Memikirkan hal itu ototku tegang lagi. Tapi tengah malam sekitar jam dua aku terbangun oleh suara berisik.




















