***
“Hahaha, mulai…”, kata Guntur dengan gembira. Bokep Thailand “Mahal tuh bayarannya!”, sambungnya. Ia telah menjual tubuhnya, tidak habis pikir baginya bisa sampai sejauh ini.Beberapa menit setelah puas menciumi sekujur tubuh Karen, kedua lelaki tersebut pun kemudian bangkit dan melepaskan pakaian mereka masing-masing hingga telanjang bulat. Susu nya yang baru tumbuh diraba oleh Fahmi dan Guntur. “Jadi, mulai besok kamu sudah bisa bekerja di sini…”, kata Florensia setelah remaja itu selesai menandatangani surat kontrak kerja yang hanya sekilas ia baca itu. ***Malam itu Karen sudah tidak sabar melihat hasil jerih payahnya, mondar mandir dia di ATM untuk mengecek saldo rekening banknya. Kantor pemotretan, mereka bergerak dibilang pemotretan khusus majalah dewasa. Peralatan semua dikeluarkan oleh Yesi, dibantu oleh Florensia. Namun sudah banyak surat lamaran yang ia sebar, dan tidak ada satupun yang membuahkan kabar baik. Karen tidak masalah, yang penting ada pemasukan. Namun Karen sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Karen masih sedikit lelah akibat adegan tersebut. Karen menghabiskan uang tersebut untuk shopping, seperti halnya




















