Lama tidak mendengar komentar dari Cinta, akhirnya Om Ridwan pun melanjutkan kata-katanya. Rido memalingkan wajah Cinta, kemudian bibir mereka beradu. Bokep Arab “Kamu dimana?”. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. “Kamu mau makan apa?”. Khusus untuk ‘aktifitas’ yang satu ini, mungkin tidak satupun dari sahabat Cinta yang akan pernah menyangkanya. Suara ponsel miliknya dan milik Cinta berbunyi bersamaan. Cinta hanya mengangguk. Mereka sudah berpacaran hampir setahun lebih. “Kamu sekarang jarang main ke rumah, lagi sibuk ya?”. Makasi…”, kali ini Cinta semakin bersemangat. “Kalo gitu kita minum aja deh, kamu mau apa?”. “Serius Om?”. “Hayo pasti browsing situs porno ya? Tentunya ia tidak bisa menyalahkan ayah sahabatnya itu. Gak mau liat-liat yang lain lagi?”. Sebuah hal yang biasa bagi Cinta, sehingga ia terlihat tidak terlalu terganggu karenanya.Cinta mengalihkannya pandangan dari layar smart phone yang dipegangnya.




















