Segera aku ke ruang resepsionis.“Selamat malam Pak,” sapa Mbak Yxx, dengan senyumnya yang khas.“Malam juga,” jawabku.“Dengan siapa Pak? Bokep China Waduh, my favourite room sudah terisi. Waduh, my favourite room sudah terisi. Sambil tetap memandangnya, ternyata ada juga toh Sunda yang nggak putih, dalam hatiku (bukan hitam, tolong dibedakan). Saat menuju ke kamar mandi, tampak ada beberapa WP dan tamu, mungkin akan Masuk atau keluar, ada beberapa WP yang menyapaku (wah terbongkar deh bohongku tadi).Setelah Masuk ke kamar mandi dan menutup tirai plastik..“Katanya belum pernah, koq Mbak Mxx, Mbak Ixx dan Mbak Exx, kenal si Mas” ucapnya dengan tenang dan pelan, serta melorotkan CD-nya, bagus juga dia negor nggak di depan tamu atau WP, biarpun WP Masih punya etika.Untuk menutupi suara desis melengking air kencing yang keluar (seperti turbocharger-nya ferrari/mc larren) dia menyiram shower ke arah vaginanya. Khan banyak proteinnya kata Dokter,” kataku.“Iya tapi kalau sampai ketelan, nanti Mas nggak bisa ngelupain aku lho..” katanya, bisa aja dia menghindar, pantes banyak suami selingkuh




















