Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Bokepindo Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil?” ” Don’t worry!” katanya. Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. “Kenapa?” tanya Anisa ” Maaf Nisa? Penny’ku masuk ke ‘Ms. Kata Pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Penny’, dia kan belum nikah? Romantis sekali tempat kami itu. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Mainan Anisa bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan.




















