” Santi menyeloroh tapi sambil meraih Kontol Panji dengan tangan kanannya. Bibirku dengan lembut kembali beraksi membelai senyumannya. Bokep Ojol Tak ingin keindahan senyum itu hilang dari pandanganku.” Kamu ganteng…” Dengan datar & lirih dia berkata dengan masih menampakkan senyuman yang sama.” Terima kasih..” Aku menjawab. Takkala celanaku melorot turun. Rambutnya Hitam legam seperti habis diwarnai, terasa kontras dengan pirangnya Desti.Setelah ngobrol hal-hal ringan, akhirnya aku berhasil mengajak mereka ke mobil. Dengan sedikit senyum & tatapan mata penuh perhatian aku menatap tatapan mata yang penuh curiga & selidik itu.” Kalau kamu mau aku keluar dari sini, kamu tinggal bilang kok !” Aku merebahkan tubuhku disampingnya. Belum sempat Tedjo menjawab, pintu telah terbuka. Sisanya menunggu dirumah, mengharapkan hasil buruan yang banyak, dengan rasa daging yang lezat. Tanpa banyak basa-basi kami berempat mulai menikmati tegukan demi tegukan diiringi lantunan musik Sound Mobil. Tangannya tak lepas tetap memainkan & membelai Skrotumku.




















