Lalu ia tertawa. Bokep Indo “Maaf,” kataku, “aku tak bermaksud…”
“Kamu masih perjaka,” bisiknya memotong sambil tersenyum. “Jangan,” kataku. Di sini. Aku bisa mengerti hal itu.”
“Kamu marah?”
“Kalau marah, aku takkkan memintamu tidur di dadaku.”
Aku tersenyum saat mendengarnya berkata demikian. Ia membalikkan tubuh dan membungkuk. Lonjakan-lonjakan jantungku membuat mataku terpejam. Secara otomatis, jemariku mulai meraba dan menjelajahi bagian terintim dari tubuhnya. “Kamu lucu.”
“Hey !” protesku. Indra Lesmana? Ia mendesah saat kutemukan puting buah dadanya. Wajahku memanas. “Jangan menjauh.” Aku menoleh dan memandangnya. “Jangan ! Kudekatkan kepalaku. Ia masih menatapku tanpa berkata apapun. Jemarinya bergerak sedikit lebih cepat, membuatku mengerutkan wajah, menahan nafsuku sendiri. Aku tak punya alamat, tak punya nomor telepon yang bisa kuhubungi untuk mencapainya. Kutarik tubuhku ke atasnya. “aku ingin mengecupmu.”
Kutatap ia dengan alis berkerut. Kupejamkan mataku. Jangan dulu…aahhkk…”
“Shiitt !!” erangku memaki, lalu melepaskan tubuhku dari pelukannya.




















