“Ayo kita angkut dia..!” perintah Anton kepada teman-temannya. Bokep Mama Karena Mitha tidak juga membuka mulutnya, Anton menampar Mitha berkali-kali. “Hai Mit.., jatuh ya..?” kata Anton dengan santainya. Mitha yang terduduk di lantai karena dicampakkan Iwan kembali menerima perlakuan serupa dari Anton yang kembali menjambak rambutnya, hanya saja tidak menariknya ke atas, tetapi ke bawah, sehingga sekarang Mitha dalam posisi telentang. Mereka benar-benar sudah melampaui batasan keinginan berbalas denadam terhadap Mitha yang tadinya masih polos itu. “Ayo isep kontol gue..!” bentak Anton tidak sabaran. Apa yang akan terjadi samar-samar mulai terbayang di matanya. “Anton please.., minggir dong..!” pintanya sudah tidak sabaran lagi. Tepat di jalan sempit yang hampir jarang dilewati orang, Anton dan kawan-kawan memalangkan Toyota Land Cruser-nya, karena mereka tahu persis Mitha akan melewati jalan pintas ini menuju sekolahnya. Sebelum meninggalkan Mitha sendirian di rumah kosong, mereka sempat membuat photo-photo telanjang Mitha yang dipergunakan untuk mengancam Mitha seandainya buka mulut.




















