Pentil hitam Rianti sungguh menggoda, aku tak puas-puas menyedotnya, dan rianti cuma melenguh-lenguh kecil sambil menutup matanya.Ciumanku turun kebawah lagi, aku menciumi perutnya. Sebenarnya aku gak begitu dekat dengan Bernike, ya walaupun dikelas 1 aku pernah sekelas sama dia, tapi aku jarang banget ngobrol sama dia. Bokep Weww… this getting crazy now“Kok aku mulu yang digodain, si Rianti tuh lagi senyum-senyum malu” balasku, tapi mereka cuma ketawa.Abis itu suasana langsung hening. Rianti membuka matanya memandangku, seperti tidak rela ciumanku berpindah dari dadanya. “Rian… please…” Kata Rianti dengan muka memelas kearahku.Sebenarnya kata-kata Rianti gak punya arti apa-apa, tapi yang pasti setelah itu aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan kami mulai frech kissing sambil berdiri.Aku memeluk Rianti dengan erat sambil bibirku menyedot-nyedot bibirnya. “Iya sih, aku juga kaget banget” jawab Rianti. Aku berbalik dan melihat Rianti dengan muka memelas.




















