Beberapa jam kemudian, acarapun selesai dan para warga tampak sangat puas dengan hiburan malam ini. Bokepindo Tetapi yang paling menarik perhatianku adalah badannya yang sangat montok. Langsung aku naikkan tempoku, badanku bergerak semakin cepat diatas badan sang penyanyi dangdut montok ini. Muncullah pikiran-pikiran di kepalaku membayangkan keelokan badan Erny ini.Para penyanyi pun bergilir pentas sendiri-sendiri, dan disaat giliran Erny, aku tak melepaskan pandangan aku sedetik pun dari dia. Mereka pun diperkenalkan sebagai para penyanyi yang akan berpentas nanti. Tak hanya itu, Erny pun mulai memainkan pinggulnya berputar d pangkuanku. Emangnya mas Bobby mau yah ditemenin Erny?” aku membalas“Ya iya dong, masa aku gak mau ditemenin wanita imut dan seksi kaya gini.” Dia tertawa dan mencubit aku. Tak heran semua orang disini sangatlah hormat dan ramah kepada keluarga kita.Akhirnya aku pun diperkenalkan kepada seorang lelaki setengah baya yang bernama bapak Udin.




















