Kini punggung bawahnya aku belai. Bokepindo Nah, menurut teman saya, Aki ini katanya pintar sekali dan manjur. Ini adalah keharusan dari ilmu yang Aki miliki.”
“Maksudnya, kami harus bersumpah tanpa tahu syaratnya apa?” Tanya Mama. Pengalaman ini terus kuingat sepanjang hidupku. Akhirnya ia berkata lagi,
“Ada keinginan apa, sehingga Mama datang ke sini?”
Mamaku menjawab,
“Begini, Ki. Yeaaaaaahhhhhhhhhh……..”
“Maaaamaaaaaaahhhhhhh…..” kataku tak mau kalah,” yeeeaaaaaaah…… Maaaaa……….”
Ketika kontolku sampai lagi di ujung rahimnya, Mama melingkarkan tangannya di leherku dan dengan satu tangan mendekap kepalaku. Namun agak susah mendorongnya karena daster itu terlipat. Mamaku mulai mengentoti aku dengan perlahan-lahan. Kita ini Mama dan anak. Sekitar pukul sepuluh kami sampai di tempat itu. Wajahku terbenam di lehernya, rambut Mama menutupi kepalaku. Akhirnya aku masa bodo dan mulai mengenyot pundak Mama yang telanjang. Mama dan anak?”
“Tapi, Ki. Setelah posisinya pas, maka ia duduk perlahan di kontolku. Namun, Aki tidak boleh membicarakan syarat sebelum kalian bersumpah dahulu. Aku terpaku pada pemandangan indah di bawahku. Selain itu, tubuh Mama hari itu wangi karena tampaknya




















