Keduanya masih duduk di lantai beralaskan sebuah karpet tebal berwarna merah. Bokepindo Bener kok, percaya deh sama gue.”“Mereka, terutama yang cewe, malah yang gue tau pada keki sama Lina.”“Keki kenapa? Lira menunduk sambil menggigit bibirnya merasakan seluruh pen†s Andi terbenam makin dalam di vag†nanya. Setelah benar-benar selesai, Andi pun ambruk menindih Lira. Ia adalah laki-laki yang paling tidak bisa berbuat kasar pada perempuan.“Gue juga termasuk yang dongkol sama Lina, kenapa gue justru nyambung sama cowo-nya…hahaha,” Lira berusaha mencairkan suasana dengan melontarkan joke yang sejujurnya ngga lucu.Andi pun tertawa meski masih agak dipaksa. Eh, bener tuh, dalem hati loe pasti seneng juga kan disenengin cewe-cewe….hahaha.”“Sialan loe!” balas Andi sambil terkekeh.Tanpa sadar, Andi mendorong paha kiri Lina. Sampai di punggung, tangan kirinya ikut merangkul Lira dan seketika keduanya sudah berpelukan. Rapat-rapat sering digelar untuk merumuskan strategi kampanye. Paling tidak, saat menunggu Lina berurusan dengan orang lain, terutama di lingkungan organisasi mahasiswa kampus, Andi punya teman ngobrol baru yang nyambung diajak ngobrol.




















