Terima kasih kawan, berkat kamu, aku bisa meluapkan unek-unekku.Sejak dijauhi Siti, aku sering murung, aku biasanya melampiaskannya di tempat prostitusi, jika lagi bokek, biasanya aku cuma beronani sambil nonton bokep di kost ku.Aku terus menyoroti wajah Minoru yang cantik itu, lembut pancaran wajahnya yang imut itu. Melihat itu aku sedikit prihatin.Apa boleh buat, aku masih punya kesempatan yang lain, Minoru berjanji akan menemaniku lagi lain hari, lagian aku juga merekam semua aksi ini, akan menjadi sebuah ancaman jika Minoru tidak memenuhi janjinya.“Ya sudah…”, kataku lalu mencabut kontolku. Film Porno “Nih sorot bro, biar nanti lu bisa nonton…”, kata Zenit sambil memberikanku handycam.Minoru hampir telanjang, semua pakaian pelapis luar sudah tertanggal, hingga tersisa hanya celana dalam hitam dan bra hitamnya.Aku terus menyorotinya sambil menonton, kulihat Zenit sudah tidak sabar, aku melihat dia mendekati Minoru sambil memegang celananya.“Aku akan cari kerja ke Jepang, kalau aku ga di sini, lu harus turuti kemauan kawanku itu…”, kata Zenit ke Minoru.Aku kira Zenit akan memperkosa Minoru, tapi rupanya




















