Kedua temannya, satu yang berkumis, dan satu yang botak, kemudian menyeret Dian dan adiknya, Felia, ke ruang utama tempat saya diikat. Bokep Live Si Botak lalu menyodok2kan jarinya di vagina Felia.“Semput banget nih meki, belom pernah gue rasain yang sesempit ini!” Lalu si Hitam pun membisikkan ide gila ke teman2nya. Nampaknya semuanay ini sudah mereka rencanakan.“Akhirnya kita dapet amoy sombong ini! Saya gak mau anak saya nikah sama preman bangs*t kayak lo orang!”Si hitam pun marah seketika. Dian pun menjerit kesakitan. Ruang tamu saya berada di belakang toko, sehingga cukup jauh dari jalanan.Si botak lalu membekuk tangan Dian ke belakang, lalu mengikatnya dengan tali tambang yang ia ambil dari tas yang sebelumnya dibawa si Hitam. Nama saya adalah Aseng. Aku hanya bisa berteriak kaget melihat alat-alat yang dibawa di tas itu.“Minggir sebentar,” kata si Botak. Apa saja Bos, yang penting jangan rusak toko saya. Pokoknya bayar hari ini juga, atau toko lo gua obrak-abrik!”“Jangan, Bos, jangan sekarang, saya janji saya bakal bayar.




















